
TENGARAN β AI kini bukan lagi sekadar teknologi yang terdengar canggih. Di tangan pelajar, kecerdasan buatan bisa menjadi teman belajar yang membantu mencari ide, memahami materi hingga mengembangkan kreativitas. Namun, tanpa penggunaan yang bijak, teknologi yang sama juga dapat menjadi sumber masalah.
Pesan itulah yang dibawa Polres Semarang saat memberikan pelatihan Artificial Intelligence (AI) kepada 418 siswa SMK Negeri 1 Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (14/9/2026).
Bertempat di Aula SMK Negeri 1 Tengaran, kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut tidak hanya mengenalkan apa itu AI, tetapi juga mengajak para siswa memahami bagaimana menggunakan teknologi tersebut secara cerdas, bertanggung jawab dan tetap kritis.

Para siswa diberikan pemahaman bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai pendukung proses pembelajaran. Mulai dari membantu mencari referensi, mengembangkan gagasan hingga memahami materi yang belum dipahami.
Namun ada satu hal penting yang ditekankan, yakni jawaban dari AI bukan berarti selalu benar.
Siswa diajak untuk tetap melakukan verifikasi, membandingkan informasi dengan sumber terpercaya serta menggunakan kemampuan berpikir kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi yang diperoleh dari AI.

βTeknologi boleh semakin pintar, tetapi penggunanya juga harus semakin bijak. Jangan langsung percaya dengan apa yang diberikan AI. Cek kembali informasinya dan gunakan kemampuan berpikir kita,β menjadi pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pelatihan juga membahas dampak penggunaan AI serta pentingnya memahami etika di ruang digital. Para siswa diingatkan agar tidak memanfaatkan AI untuk membuat informasi palsu, menyesatkan orang lain maupun melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Polres Semarang mendorong agar perkembangan teknologi justru menjadi peluang bagi generasi muda untuk semakin kreatif dan produktif.
AI boleh membantu mengerjakan tugas, mencari ide dan belajar lebih cepat. Tetapi proses berpikir, kreativitas dan tanggung jawab tetap berada di tangan penggunanya.
Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Semarang membangun literasi digital di kalangan generasi muda. Harapannya, para siswa tidak hanya menjadi generasi yang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memahami risiko, menyaring informasi dan bertanggung jawab atas setiap aktivitasnya di dunia digital.
Melalui edukasi ini, Polres Semarang ingin memastikan generasi muda tidak sekadar βmelek AIβ, tetapi juga memiliki kecakapan untuk menjadi pengguna AI yang cerdas, kritis dan beretika.
